BADAN RISET DAN INOVASI NASIONALRiset • Teknologi • Inovasi • Pengetahuan

Profil Badan Riset dan Inovasi Nasional

Mengenal BRIN sebagai lembaga pemerintah yang menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi untuk memperkuat ekosistem riset nasional.

ProfilInformasi kelembagaan

BRIN dan mandat riset nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dibentuk pada 2021 melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021. Kehadiran BRIN menempatkan penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai bagian penting dari pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya, BRIN tidak hanya berkaitan dengan kegiatan penelitian, tetapi juga dengan pengelolaan ekosistem, pendanaan, pemanfaatan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, serta penerjemahan pengetahuan menjadi inovasi.

Ekosistem riset nasional membutuhkan hubungan yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan komunitas ilmiah. Karena itu, penyelenggaraan riset perlu didukung tata kelola yang baik, akses terhadap fasilitas dan data, kualitas sumber daya manusia, serta mekanisme kolaborasi yang memungkinkan pengetahuan bergerak dari laboratorium menuju kebutuhan nyata.

Peran strategis dalam ekosistem riset

Secara konseptual, peran BRIN dapat dipahami melalui tiga ranah utama: mendukung kebijakan berbasis bukti, memperkuat pendanaan dan ekosistem riset-inovasi, serta menjalankan kegiatan penelitian dan inovasi melalui organisasi riset dan pusat-pusat riset. Ketiganya saling berhubungan. Kebijakan membutuhkan bukti, penelitian membutuhkan ekosistem, sementara inovasi membutuhkan jalur pemanfaatan yang jelas.

1. Pendukung kebijakan berbasis sains

Pengetahuan ilmiah membantu pembuat kebijakan melihat persoalan secara lebih terukur. Data, model, kajian, dan evaluasi dapat digunakan untuk memahami pilihan kebijakan, memperkirakan dampak, serta mengidentifikasi risiko dan peluang. Peran ini menjadi semakin penting ketika pemerintah menghadapi tantangan lintas sektor seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, energi, transformasi digital, dan pembangunan wilayah.

2. Penguatan ekosistem riset dan inovasi

Riset berkualitas membutuhkan ekosistem yang memungkinkan peneliti bekerja secara konsisten. Ekosistem tersebut mencakup sumber daya manusia, fasilitas, data, pembiayaan, jejaring kolaborasi, tata kelola, hingga dukungan publikasi dan kekayaan intelektual. Penguatan ekosistem berarti menciptakan kondisi agar ide ilmiah dapat diuji, dikembangkan, dan dipertemukan dengan pengguna.

3. Pelaksanaan riset dan inovasi

BRIN memiliki organisasi riset dan pusat riset yang menjalankan berbagai agenda penelitian. Bidangnya beragam, mulai dari ilmu pengetahuan dasar, kebumian, hayati, kesehatan, energi, teknik, penerbangan dan antariksa, sosial-humaniora, hingga tata kelola pemerintahan dan ekonomi. Keberagaman ini penting karena tantangan nasional jarang dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja.

Nilai penting bagi Indonesia

Riset nasional memiliki fungsi jangka panjang: memperluas pengetahuan, membangun kapasitas manusia, meningkatkan kemampuan teknologi, dan menciptakan pilihan baru bagi pembangunan. Ketika hasil penelitian dapat dipertemukan dengan kebutuhan industri, pemerintah daerah, layanan publik, dan masyarakat, nilai ekonomi maupun sosial dari pengetahuan dapat berkembang lebih jauh.

Dengan pendekatan tersebut, BRIN menjadi bagian dari upaya membangun budaya ilmiah yang kuat. Budaya tersebut mencakup penghargaan terhadap bukti, keterbukaan terhadap pengujian, integritas akademik, dokumentasi yang baik, serta kemauan untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan.

Sejarah singkat

2019
Pembentukan landasan kelembagaan BRIN

Penguatan agenda riset dan inovasi nasional berkembang menuju pembentukan lembaga riset nasional.

2021
BRIN berdiri

Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 menjadi dasar pembentukan BRIN sebagai lembaga pemerintah yang menyelenggarakan riset dan inovasi nasional.

BERKELANJUTAN
Penguatan organisasi riset dan ekosistem

Pengembangan fasilitas, sumber daya manusia, data, kolaborasi, publikasi, serta pemanfaatan hasil riset terus menjadi bagian dari penguatan ekosistem.